Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

SKS atau Blok ? Apa Perbedaannya ??

      Banyak anak SMA yang mendambakan kuliah kedokteran di Indonesia, tapi tak banyak pula yang mengetahui perbedaan sistem pembelajaran di Fakultas Kedokteran (FK) ini. Teman-temanku yang notabene anak kedokteran pun ku yakini banyak yang tidak mengerti dengan jelas perbedaannya. Nah perlu kalian ketahui bahwa di FK ini menggunakan sistem blok, bukan Satuan Kredit Semester (SKS) yang lumrah digunakan di fakultas lain. Setelah menempuh satu semester menggunakan sistem blok serta mengobrol bersama teman fakultas lain, ada beberapa hal yang ku catat bisa membedakan sistem blok dengan SKS. Untuk memudahkan pula, aku akan menggunakan istilah makes (mahasiswa SKS) dan mabok (mahasiswa blok). 1.  IP (Indeks Prestasi)       Jika dalam rapot SMA ada nilai rata-rata, maka di dunia perkuliahan nilai rata-rata itu disebut IP. Baik SKS maupun blok tidak memiliki perbedaan pada hal satu ini, hanya yang membedakan adalah fungsinya. Mabok tidak akan menggunakan nilai IP untuk menentukan jumla

A Little Bit Cheesy But Pricey - A Big Honor for Gluntunglor Villagers

Gambar
         INXAFAR FK UII 2018        Tanggal 16-17 Februari 2019 lalu cukup memberi pembelajaran yang baik untukku. Di tanggal itu aku bersama teman-teman seangkatan berangkat ke Desa Gluntunglor, Pandak, Bantul untuk mengadakan bakti sosial. Jujur aku tidak kaget ataupun merasa excited  dengan keadaan sosial masyarakat yang ada. Bahkan aku merasa aku sedari kecil tumbuh di daerah yang seperti itu. Walaupun tidak kaget, tapi aku menjadi teringat betapa pentingnya pendidikan dan budaya masyarakat itu sendiri. Yah memang mungkin salah jika aku menyama-ratakan semua orang di desa, tapi memang inilah yang biasa aku lihat di desa.       Mereka semua sekolah, oke baik, tapi sebagai seorang intelektual yang alhamdulillah selalu berada di lingkungan sangat akademis, sungguh miris aku melihat pendidikan remaja dan anak-anak desa itu. Entah mengapa aku rasa mereka hanya butuh pendidikan sebagai formalitas saja, sekolah untuk mendapatkan ijazah agar dapat bekerja. Value dari pendidikan